DRAG
MDH MDH MDH

Manufactur Digital Hub (MDH) adalah perusahaan solusi digital yang bergerak di bidang pengembangan web, aplikasi mobile, desain UI/UX, dan produk SaaS.

Hubungi Kami

location

Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat 43345

7 Kesalahan Perusahaan Saat Memilih Vendor IT (dan Cara Menghindarinya)

7 Kesalahan Perusahaan Saat Memilih Vendor IT (dan Cara Menghindarinya)

Proyek IT yang gagal hampir tidak pernah gagal karena teknologinya kurang canggih. Ia gagal karena kesepakatan yang tidak jelas, harapan yang tidak sama, dan tidak adanya orang yang bertanggung jawab di sisi perusahaan.

Tujuh kesalahan di bawah ini muncul berulang kali di berbagai skala perusahaan, dari usaha keluarga sampai korporasi. Kabar baiknya, semuanya bisa dicegah di tahap sebelum tanda tangan — yaitu tahap yang paling murah untuk memperbaiki apa pun.

1

Memilih penawaran termurah

Harga terendah hampir selalu berarti salah satu dari tiga hal: cakupan pekerjaannya lebih sempit dari yang Anda kira, kualitasnya dikorbankan, atau vendor sengaja memasang harga rendah di awal dan mengejar keuntungan dari permintaan perubahan di tengah jalan.

Penangkalnya: minta setiap penawaran dipecah per komponen — analisis, desain, pengembangan, pengujian, migrasi data, pelatihan, dan garansi. Penawaran yang tidak bisa dipecah biasanya belum dipikirkan, dan yang belum dipikirkan akan menjadi tagihan tambahan nanti.

2

Tidak menulis definisi selesai

Ini penyebab sengketa nomor satu. Perusahaan menganggap proyek selesai ketika sistem dipakai lancar oleh seluruh tim. Vendor menganggap selesai ketika fitur sudah dikirim sesuai daftar. Dua definisi ini bisa berjarak berbulan-bulan.

Tulis kalimat ini di kontrak: “Pekerjaan dinyatakan selesai ketika sistem berhasil menjalankan proses X, Y, dan Z dengan data nyata perusahaan selama 14 hari berturut-turut tanpa kesalahan yang menghentikan operasional.” Kalimat semacam ini menghapus 90 persen potensi perselisihan.

3

Tidak mengatur kepemilikan source code dan data

Banyak perusahaan baru menyadari hal ini ketika ingin berpindah vendor, dan saat itu posisi tawarnya sudah nol. Pertanyaan yang harus dijawab sebelum tanda tangan cuma dua: siapa yang memiliki kode yang dibuat khusus untuk Anda, dan bagaimana cara Anda mengambil seluruh data Anda kalau kerja sama berhenti.

Kepemilikan kode kustom dinyatakan eksplisit dalam kontrak.
Ada klausul serah terima berkas dan dokumentasi saat kerja sama berakhir.
Akses ke server, domain, dan akun pihak ketiga atas nama perusahaan, bukan atas nama vendor.
Ekspor data tersedia dalam format standar tanpa biaya tambahan yang menghukum.
4

Tidak menunjuk pemilik proyek internal

Vendor tidak bisa menggantikan peran ini. Harus ada satu orang di perusahaan Anda yang berwenang memutuskan, yang paham prosesnya, dan yang waktunya memang dialokasikan untuk proyek. Kalau peran ini kosong, keputusan akan tertunda berminggu-minggu dan vendor akan menagih waktu tunggu.

Penangkalnya: tunjuk namanya di dalam kontrak, sebutkan berapa jam per minggu yang dialokasikan, dan tetapkan siapa penggantinya kalau ia berhalangan. Ini terlihat berlebihan, tetapi proyek yang berjalan lancar hampir selalu punya orang seperti ini.

5

Membeli fitur, bukan menyelesaikan masalah

Daftar fitur adalah cara termudah membandingkan penawaran, dan karena itu pula cara paling menyesatkan. Fitur yang mengesankan di demo sering kali bukan fitur yang tim Anda pakai setiap hari.

Penangkalnya: ubah daftar fitur menjadi daftar skenario. Alih-alih menulis “butuh modul laporan”, tulis “setiap Senin pagi manajer cabang harus bisa melihat penjualan mingguan per kategori tanpa meminta bantuan siapa pun”. Skenario bisa diuji, fitur hanya bisa dijanjikan.

6

Melewatkan uji coba dengan data nyata

Demo selalu berjalan mulus karena datanya rapi dan skenarionya dipilih. Masalah baru muncul ketika sistem bertemu data Anda yang sebenarnya: nama produk tidak konsisten, ada transaksi lama yang aneh, satuan berbeda antar cabang, dan pengecualian yang selama ini ditangani secara manual.

Minta ini sebelum tanda tangan: Uji coba terbatas memakai sebagian data nyata Anda sendiri, dijalankan oleh staf yang nanti benar-benar memakainya. Kalau vendor menolak dengan alasan yang berbelit, itu informasi yang sangat berharga.

7

Tidak menganggarkan biaya setelah proyek selesai

Sistem bukan gedung yang sekali dibangun lalu berdiri sendiri. Ada server yang harus dibayar, pembaruan keamanan yang harus dipasang, penyesuaian ketika layanan pihak ketiga berubah, dan permintaan perbaikan kecil yang tidak akan pernah berhenti.

Penangkalnya: sepakati biaya pemeliharaan tahunan sejak awal, beserta cakupannya secara rinci — apa yang termasuk, apa yang dihitung sebagai pekerjaan baru, dan berapa lama waktu tanggap ketika ada gangguan.

Daftar periksa singkat sebelum tanda tangan

Yang harus adaKenapa penting
Rincian penawaran per komponenMencegah biaya tersembunyi muncul di tengah jalan
Definisi selesai yang terukurMenghapus sengketa tentang kapan proyek berakhir
Klausul kepemilikan kode dan dataMenjaga posisi tawar Anda di masa depan
Nama pemilik proyek internalMemastikan keputusan tidak menggantung
Skenario pemakaian, bukan daftar fiturBisa diuji, bukan sekadar dijanjikan
Uji coba dengan data nyataMengungkap masalah sebelum uangnya keluar
Anggaran pemeliharaan tahunanMencegah sistem terbengkalai setelah serah terima

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana menilai vendor yang belum pernah bekerja sama dengan kami?
Minta dua hal: referensi klien dengan skala dan industri yang mirip, serta kesempatan berbicara langsung dengan orang teknis yang akan mengerjakan, bukan hanya dengan tim penjualan. Cara vendor menjelaskan hal teknis kepada Anda biasanya mencerminkan cara mereka bekerja.
Lebih baik vendor besar atau vendor kecil?
Yang menentukan bukan ukurannya, melainkan siapa yang benar-benar mengerjakan proyek Anda dan seberapa cepat Anda bisa menjangkau orang yang bisa memutuskan. Vendor besar memberi rasa aman administratif; vendor kecil sering memberi kecepatan dan perhatian.
Berapa besar uang muka yang wajar?
Yang umum adalah pembayaran bertahap yang terikat pada pencapaian yang bisa diperiksa, bukan pada tanggal kalender. Hindari struktur pembayaran yang seluruhnya di depan, dan hindari juga yang seluruhnya di belakang karena itu membuat vendor sulit menjaga komitmen.
Bagaimana kalau di tengah jalan kebutuhan berubah?
Perubahan itu wajar dan harus diantisipasi. Sepakati mekanisme permintaan perubahan sejak awal: bagaimana cara mengajukannya, siapa yang menyetujui, dan bagaimana dampaknya terhadap biaya dan jadwal dihitung.
Butuh pendapat kedua sebelum menandatangani?

MDH biasa diminta meninjau ruang lingkup dan penawaran teknis sebelum perusahaan memutuskan. Kami akan menunjukkan bagian yang berpotensi menjadi biaya tambahan di kemudian hari.

Minta Peninjauan